Bursa Inovasi Nagari Digelar Di Goa Batu Kapal

Tanggal : Jumat, 02-08-2019 | Kategori : Berita Rantau | Dibaca : 70

Solsel  – Kabag Rantau Biro Kerjasama, Pembangunan dan Rantau Hilma hadiri dan presentasikan Kebijakan Pembentukan & Pembinaan Nagari/Desa/Kelurahan Binaan Kerjasama Rantau pada acara Bursa Inovasi Nagari yang digelar di Goa Batu Kapal (GBK) Nagari Sungai Kunyit Barat Kabupaten Solok Selatan, Rabu (24/7/2019). 

Mengadakan pertemuan di hotel, aula dan gedung pertemuan sudah biasa dilakukan oleh berbagai pihak. Namun mengadakan pertemuan di dalam sebuah Goa mungkin baru kali ini dilakukan. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan Bursa Inovasi Nagari yang dilaksanakan di Goa Batu Kapal ini, sangat unik dan penuh sensas, ujar Hilmai. 

Kegiatan ini mungkin baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia dan bahkan di dunia. Selain unik, kegiatan bursa inovasi nagari merupakan inovasi nagari paling inovatif yang pernah ada. “Ini juga mungkin akan menjadi sejarah dan saya sangat senang hadir disini dan menjadi pelaku dalam sejarah tersebut’ “ ungkap Hilma lebih lanjut. Dikatakannya, kalau perlu kegiatan yang kita laksanakan dalam goa ini di daftarkan untuk dapat meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). 

Bagi Hilma kegiatan Bursa Inovasi Nagari di dalam Goa Batu Kapal ini juga mempunyai kesan tersendiri. “Ini pertama kalinya saya tampil dan presentasi pada pertemuan yang dilaksanakan di dalam Goa, “ ujarnya dengan penuh kegembiraan. Lebih lanjut Hilma menjelaskan bahwa Goa Batu Kapal ini juga merupakan salah satu kawasan yang dibina oleh perantau melalui kegiatan Nagari Binaan Kerjasama Rantau Provinsi Sumatera Barat. “Adapun konsep pengembangan kawasan dan produk unggulan di Nagari/Desa/Kelurahan Binaan Kerjasama Rantau ini berbasis Ranah, Rantau, Pemerintah dan Partnership (R2P2). Dimana satu Nagari/Desa/Kelurahan dikeroyok dari berbagai penjuru. Tidak hanya ranah dan rantau yang berperan di dalam membangun nagari, tetapi juga Pemerintah Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pemerintah Pusat. Disamping itu kita juga memanfaatkan partnership (perusahaan-perusahaan, pegiat-pegiat, pelaku usaha, komunitas, dsb) untuk ikut berkontribusi membangun Nagari, “ungkap Hilma.

Camat Sangir Balai Janggo Muslim mengatakan Goa Batu Kapal atau yang lebih dikenal dengan GBK ini merupakan salah satu Geopark di Ranah Minang yang saat ini sedang diusulkan menjadi salah satu Geopark Nasional. “GBK ini dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dimana di lokasi ini juga tersedia wahana permainan untuk anak-anak berupa Out Bond dan Flying Fox, “ ujar Camat Muslim. Pada liburan lebaran kemaren, puluhan ribu pengunjung memadati kawasan GBK. “Tingkat kunjungan cukup ramai, apalagi di libur nasional. Di hari-hari libur biasa   pengunjung juga cukup ramai,” lebih lanjut Muslim menjelaskan. 

“Bursa Inovasi Nagari yang diadakan di “Aula Goa” tersebut dipenuhi oleh para undangan dari wilayah klaster II yang terdiri dari 4 Kecamatan yaitu Sangir, Sangir Balai Janggo, Sangir Batang Hari dan Sangir Jujuan. Yang dipakai ini adalah Aula di Goa 3 dari 4 Aula yang dimiliki GBK. Kegiatan yang dilakukan ini, sekaligus bagi kami sebagai promosi wisata, “ungkapnya. 

Nuansa keindahan dan suasana Goa yang penuh sensasi di balik bidikan kamera, tentua saja menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung GBK. Banyak warna yang muncul dari goa, hingga goa ini juga lebih dikenal sebagai Goa Seribu Warna. Adanta stalaktit yang menggantung di langit-langit goa dan di lantai goa dengan warna-warni yang indah dipandang serta suasana di dalam goa yng sejuk dan masih alamai, menjadikan goa ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik dari dalam bahkan luar negeri. 

Pada kesempatan tersebut turut hadir dan memberikan sambutan Bupati Solok Selatan yang diwakili Asisten Satu Fidel, Kepala OPD se Kabupaten Solok Selatan, Camat, Wali Nagari, Tim Inovasi Nagari Tingkat Kabupaten Solok Selatan, Tim Geopark Tingkat Provinsi, pegiat pariwisata serta undangan lainnya* (hilma)

 


Share